Uji Normalitas Shapiro-Wilk dengan SPSS #2

DW ADS

Halo halo sobat Exsight, melanjutkan artikel sebelumnya terkait Distribusi Normal pada Data #1, pada artikel ini kita akan membahas salah satu pengujian distribusi normal atau uji normalitas yang cukup sering digunakan dalam analisis statistik yaitu Uji Normalitas Shapiro-Wilk beserta tutorial pengujiannya menggunakan software SPSS. Yuk simak artikel ini dengan seksama yaa!

Definisi

Uji normalitas Shapiro-Wilk merupakan suatu metode statistik yang digunakan untuk menguji apakah sebuah data berdistribusi normal. Uji normalitas Shapiro-Wilk pertama kali dikembangkan pada tahun 1965 oleh dua orang statistikawan bernama Samuel Shapiro dan Martin Wilk. Uji normalitas Shapiro-Wilk memiliki keunggulan dalam menguji normalitas karena memiliki kepekaan yang tinggi terhadap deviasi dari distribusi normal. Selain itu, uji normalitas ini juga dapat digunakan untuk sampel data berukuran kecil maupun besar. Hipotesis dalam uji normalitas Shapiro-Wilk adalah sebagai berikut.

H0 : Data berdistribusi normal
H1 : Data tidak berdistribusi normal

Apabila p-value yang dihasilkan dari uji Shapiro-Wilk bernilai lebih besar dari tingkat signifikansi yang ditentukan sebelumnya (biasanya 0,05), maka diambil keputusan hipotesis nol diterima artinya data berdistribusi normal. Sebaliknya, jika p-value lebih kecil dari tingkat signifikansi, maka hipotesis nol ditolak dan dapat diartikan data tidak berdistribusi normal.

Studi Kasus

Dalam studi kasus kali ini, kita akan menggunakan data terkait nilai ujian dari 20 mahasiswa di suatu perguruan tinggi.

shapiro-wilk

Tutorial SPSS

  1. Buka software SPSS, kemudian entry data pada variable view dan data view.
Gambar 1a. SPSS Tahap 1 (Data View)

Pada bagian data view berisi data-data dari masing-masing variabel, sedangkan untuk bagian variable view berisi pendefinisian dari masing-masing (khususnya terkait jenis data pada bagian measure).

Gambar 1b. SPSS Tahap 1 (Variable View)

2. Tahapan selanjutnya klik Analyze – klik Descriptive Statistics  klik Explore

shapiro-wilk
Gambar 2. SPSS Tahap 2

3. Selanjutnya dapat dilihat pada Gambar 3. untuk bagian Dependent List kita isi dengan variabel Nilai_Ujian, setelah itu klik pada bagian Plots.

Gambar 3. SPSS Tahap 3

4. Pada bagian Plots kita beri tanda centang pada opsi Normality plots with tests. Selanjutnya kita klik tombol Continue.

shapiro-wilk
Gambar 4. SPSS Tahap 4

Pembahasan Hasil Output SPSS

Hasi output SPSS adalah sebagai berikut, dalam hal ini kita berfokus pada output di bagian Test of Normality sesuai dengan Gambar 5. 

Gambar 5. Output SPSS (Bagian Test of Normality)

Kita perhatikan nilai Sig pada bagian Shapiro-Wilk, dalam hal ini nilai Sig. yaitu sebesar 0,820. Dikarenakan nilai Sig. lebih besar dari taraf signifikansi alfa (5% atau 0,05) maka diambil keputusan hipotesis nol diterima artinya data nilai ujian mahasiswa berdistribusi normal

Referensi

Montgomery, D. C., Peck, E. A., & Vining, G. G. (2012). Introduction to Linear Regression Analysis. John Wiley & Sons.

Ott, R. L., & Longnecker, M. T. (2001). An Introduction to Statistical Methods and Data Analysis. Duxbury, Thomson Learning.

Nah sampai disini dulu penjelasan terkait Uji Normalitas Shapiro-Wilk dengan SPSS. Apabila masih ada yang dibingungkan bisa langsung saja ramaikan kolom komentar atau hubungi admin melalui tombol bantuan di kanan bawah. Stay tuned di website https://exsight.id/blog/ agar tidak ketinggalan artikel-artikel menarik lainnya.

Sstt...
Mau Kiriman Artikel Terbaru Exsight
Tanpa Biaya Langganan? ????

Nama Kamu

Email Kamu

Dapatkan Akses Informasi Terupdate Seputar Dunia Data dan Statistika 🙂

Exsight ADS

1 thought on “Uji Normalitas Shapiro-Wilk dengan SPSS #2”

  1. Pingback: Tutorial Pembuatan Q-Q Plot Untuk Cek Normalitas Data #3 - Exsight

Leave a Comment

Hubungi Admin
Halo, selamat datang di Exsight! 👋

Hari ini kita ada DISKON 20% untuk semua transaksi. Klaim sekarang!